SEJARAH MARSUDIRINI

Menggali Permata dengan

Melacak Sejarah Penyelenggaraan Pendidikan Marsudirini

 

Semangat Berkarya untuk Tanah Misi Hindia – Belanda

             Mgr. Lijnen – seorang Pastor asal negeri Belanda yang bertugas di Paroki Gedangan. (Sekarang menjadi Paroki St. Yusup )  sekitar abad 19 menggagas menghadirkan misionaris biarawati dari negeri Belanda untuk membantu mengurus pendidikan bagi anak-anak Indo – Eropa.

            Untuk mewujudkan gagasan tersebut Mgr. Lijnen pada bulan Januari 1869 berkunjung ke negeri Belanda dan secara khusus mengunjungi biara induk tarekat Suster Santo Fransiskus di Heythuysen negeri Belanda untuk meminta tenaga yang sangat dibutuhkan di tanah misi Hindia – Belanda tepatnya di Gedangan Semarang yang saat ini bernama Jl. Ronggowarsito no. 8 Semarang

            Permintaan Mgr. Lijnen tidak serta merta dipenuhi oleh Moeder Aloysia sebagai pimpinan suster-suster OSF. Dengan berbagai usaha , doa dan melalui proses pembicraan yang panjang akhirnya permintaan Pastor Lijnen dipenuhi oleh Moeder Aloysia. Pada saat itu tercatat 200 suster OSF di negeri Belanda mendaftarkan diri untuk berkarya di tanah misi Hindia-Belanda yang sangat jauh untuk ukuran waktu itu.

            Dari dua ratus suster yang mendaftar, hanya sepuluh suster yang terpilih untuk diutus. Sepuluh suster tersebut adalah Sr. Alphonsa Hoeben sebagai pimpinan utusan, Sr. Marina Diederen, Sr. Aurelia, Van De Pas, Sr. Lucia Porten, Sr. Yosepha Wisink, Sr. Plechelma Scolten, Sr. Odilia Ten Pol, Sr. Antonine Reuner, Sr. Nicoline Yacobe dan Sr. Suzanna Broam, Sr. Cunigunde Idink. Bersama mereka pula ada tiga imam Jesuit dan tiga suster Ursulin atau suster-suster Santa Ursula yang berangkat ke Semarang.

Awal Penyelenggaraan Pendidikan OSF

            Pada awal 1870 para suster OSF yang baru tiba di Semarang bertugas mengurus anak-anak yatim piatu dan memberi pendidikan keterampilan dan pelatihan bahasa Belandapada anak Indo Eropa.

            Kemudian seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan pendidikan bagi anak-anak Indo Eropa dan kebutuhan pendidikan masyarakat sekitar, para suster OSF pada tanggal 1 Agustus 1871 secara resmi membuka pendidikan formal.

Menurut catatan, pada awal penyelenggaraan pendidikan formal tersebut ada beberapa keluarga yang mendaftarkan putra-putrinya ke sekolah. Ada enam siswa tercatat sebagai siswa pertama. Tiga anak sebagai siswa Sekolah Bahasa Belanda dan tiga siswa untuk TK (taman kanak-kanak ). Dua tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 1 Mei 1873 sekolah formal tersebut diberi nama Sekolah Eksternat dan secara resmi menerima siswa dari masyarakat luas di sekitar kota Semarang.

Kerja keras para suster misionaris OSF membuahkan hasil yang berarti. Setelah mendirikan Sekolah Panti Asuhan internat, Sekolah Eksternat untuk masyarakat luas, Suster OSF pada tanggal 8 Agustus 1887 membuka sekolah baru yang diberi nama Sekolah Santa Maria. Pada saat pembukaan Sekolah Santa Maria tercatat ada 16 siswa.

Tiga sekolah yang telah dibuka tersebut mempunyai spesifikasi berbeda. Sekolah Panti Asuhan mengelola pendidikan Taman Kanak-kanak, sementara Sekolah Santa Maria mengelola pendidikan Bahasa Belanda dan Frobel ( Taman Kanak-kanak ).

Selain tiga sekolah yang sudah dirintis, para suster juga membuka sekolah keterampilan untuk anak-anak pribumi Katolik pada tanggal 6 Januari 1896. Pendidikan keterampilan mencakup menjahit dan merenda. Para suster juga  membuka sekolah Monika pada tanggal 7 Juli 1901. Sekolah Monika adalah sekolah Minggu yang dikhususkan bagi siswa etnis Afrika yang bersekolah di sekolah negeri.

Perkembangan pelayanan pendidikan oleh suster misionaris OSF terus berkembang seiring dibukanya biara-biara baru di kota-kota besar : 1870 Semarang Gedangan, 1902 Yogyakarta, 1908  Bangkong dan Mendut ( Mendut berakhir pada tahun 1943 ),  1924 Ambarawa, 1925 Solo, 1926 Muntilan, 1930 Boro, 1931 Poncol, 1933 Salatiga, 1955 Jakarta (Matraman).

Peran Yayasan Kanisius dan Lahirnya Marsudirini

            Pasca perang kemerdekaan, Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1952 melahirkan kebijakan tentang pengelolaan sekolah-sekolah swasta. Sekolah-sekolah swasta harus dikelola oleh sebuah Yayasan.

Berdasarkan Peraturan  Pemerintah tersebut, Keuskupan Agung Semarang  mendirikan Yayasan Kanisius yang menaungi semua sekolah Katolik termasuk sekolah-sekolah Katolik milik Para Suster OSF. Dalam proses selanjutnya tarekat-tarekat mendirikan yayasan sendiri-sendiri dan melepaskan diri dari Yayasan Kanisius.

            Maka pada tanggal 5 Juli tahun 1954 suster-suster OSF mendirikan Yayasan Marsudirini yang menaungi sekolah-sekolah milik OSF. Waktu itu telah ada 11 biara yang melayani karya pendidikan dengan 9 TK, 14 SD, 4 SMP, dan 1 SMA. Selain itu di Ambarawa pada tahun 1924  dibukalah Normaal School yang kemudian menjadi SGB lalu SPG. Tahun 1933 di Poncol ada KWEEKSCHOOL yang kemudian menjadi SPG.

Proses terbentuknya Badan Hukum Yayasan

Setelah nama dan lambang Yayasan Marsudirini ditentukan , pada hari Senin tanggal 5 Juli 1954 Yayasan Marsudirini memproses pendirian badan hukumnya melalui kantor notaris Tan Bian Tjong, SH Semarang dengan notaris Raden Mas Suprapto.

Hadir dalam acara waktu itu :

  1. Sr. Maria Godeliva Sutarmi, OSF ( Raden Roro Sutarmi )
  2. Sr. Maria Clara Francisca Soekeni Sasaningrat, OSF (Raden Adjeng Soekeni Sasaningrat)
  3. Sr. Maria Dorothew Siwi Hamidjaya, OSF ( Raden Adjeng Siwi Hamidjaya )
  4. Sr. Maria Camilla Bibiana Parantrisnah Atmowinoto, OSF ( Raden Ajeng Parantrisnah Atmowinoto )
  5. Sr. Maria Marcella Constantina Soelastri Hardjasoekanta, OSF
  6. Sr. Maria StanislasAloysiaSarsiniTjitroSarojo, OSF.

Berdasarkan akta notaris pendirian yayasan, duduk sebagai pengurus harian pertama kali adalah sebagai berikut :

Ketua                                                  : Sr. Maria Clara Fransiska Soekeni Sasaningrat, OSF

Ketua Muda                                        : Sr. Maria Clementine Elisabeth Yohanna Van Der Geest

Panitera merangkap Bendahara          : Sr. Maria Fransisco Cornelia Bosdriesz

Pegawai                                               : Sumato dan Soekotjo

Visi dan Misi

Setelah menjadi badan hukum, untuk pertama kalinya Yayasan Marsudirini membuat visi dan misi. Adapun visi dan misi  Yayasan sebagai berikut :

Visi        :  Kami lulusan Marsudirini akan menjadi saudara yang mencintai alam ciptaan Allah, sesama manusia dan sesama bangsa.

Misi        : Kami Siswa-siswi Marsudirini akan selalu mengembangkan Multi Inteligence, FisikIQ (Kecerdasan Intelektual), EQ (Kecerdasan Emosi) SQ (kecerdasan Spiritual) secara berimbang dan perkembangan seimbang dalam diri kami dan peserta didik disumbangkan untuk kesejahteraan bersama.

Perkembangan Yayasan Marsudirini periode pertama, 1954 – 1979

Yayasan Marsudirini berpusat di Jl. Ronggowarsito No. 8 Semarang.Setelah resmi menjadi badan hukum , Yayasan Marsudirini mulai menata legalitas pendirian sekolah-sekolahnya.Langkah pertama yang dilakukan adalah menerima penyerahan beberapa sekolah dari Yayasan Kanisius untuk kemudian secara kewenangan  diselenggarakan sepenuhnya dibawah tanggungjawab Yayasan Marsudirini. Daftar sekolah yang diserahkan kepada Yayasan Marsudirini terhitung 1 Agustus 1954 meliputi :

  1. Kota Semarang : SGA putra/putri, SR latihan SGA Putra di Pekunden, SR latihan SGA Puteri di Bodjong, SGTK ”St. Maria” Gedangan, SKP ”St. Anna”, SMP ”Maria Mediatrix” dan SMP ”Maria Goretti”.
  2. Kota Ambarawa : SGB putri ”St. Maria”, SR latihan SGB putri, dan Asrama SGB. Putri.
  3. Kota Yogyakarta : SMP ”Immaculata”, dan SKP ”Inviolata”.
  4. Kota Surakarta : SKP ”St. Theresia”.

Langkah kedua melaporkan sekolah-sekolah yang telah diserahkan tersebut kepada Djawatan pendidikan dan kebudayaan setempat. Dan langkah ketiga adalah memberi nama baru kepada sekolah hasil penyerahan, dan diterbitkan surat pendiriannya oleh Yayasan Marsudirini yang kemudian dimintakan surat ijin operasionalnya kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Djawatan Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi. Disamping menata legalitas sekolah, Yayasan Marsudirini juga melaksanakan segala urusan operasional sekolah seperti pengajaran, administrasi sekolah, mutasi pegawai, pengurusan subsidi pemerintah dan penggajian pegawai.

Dengan dibukanya biara-biara baru yakni Jakarta (Matraman) tahun 1955; Tanjung Priok, tahun 1961 dan Detusoko tahun 1979 maka jumlah sekolah yang dikelola oleh Yayasan Marsudirini juga bertambah banyak.

Periode awal Yayasan Marsudirini merupakan masa perintisan mengenai  : penataan lembaga/ sekolah, kepegawaian, administrasi sekolah, sarana-prasarana menjadi tugas utama pengurus yayasan. Lembaga Yayasan dan sekolah  diperkuat dan diperkembangkan menjadi lembaga yang berkualitas dan sungguh dicari oleh masyarakat.

Perkembangan Yayasan Marsudirini periode kedua, 1980 – 2004

Pada  awal periode kedua ini  sekolah-sekolah Marsudirini mulai melaksanakan kebijakan pemerintah yaitu akreditasi sekolah. Tercatat banyak sekolah Marsudirini yang mencapai peringkat akreditasi tertinggi yaitu status disamakan. Untuk pengaturan bidang personalia, sejak tahun 1988 mulai diterbitkan peraturan kepegawaian yayasan marsudirini yang bertujuan menciptakan kerjasama yang baik dan memelihara hubungan kerja yang sehat serta harmonis antara Yayasan, Guru dan Karyawan. Pada masa ini peraturan kepegawaian diperbarui sebanyak  dua kali yaitu tahun 1998 dan tahun 2001.

Tercatat pada masa ini dibuka biara-biara baru antara lain : Negara-Bali(1980 ),  Banyumanik dan Bener (1984), Bawen(1993), Bekasi (1994), Sumba (1997),Perawang, Telaga Kahuripan Bogor, dan BSB Mijen (2001).Pada tanggal 15 Agustus 1990, karena pertimbangan memerlukan tempat yang lebih luas, maka Kantor Yayasan dari Gedangan di pindahkan  ke Jl. Pandanaran bersamaan dengan terbentuknya komunitas OSF Pandanaran. Perpindahan kantor ini hanya berjalan singkat, karena pada tanggal 1 Oktober 1994, Kantor Yayasan Marsudirini kembali menempati komplek Gedangan.

Yayasan Marsudirini berpusat di Jl. Ronggowarsito No. 8 Semarang,  mengelola pendidikan dari tingkat TK sampai Perguruan, tersebar di kota-kota besar, kota kabupaten dan di pelosok-pelosok desa di tanah air.Pada peringatan pesta emas ( 50 tahun ) Yayasan Marsudirini yang dirayakan pada 5 Juli 2004, tercatat Marsudirini mengelola  pendidikan tingkat TK sejumlah 23 unit, SD sejumlah 22 unit, dan SMP sejumlah 12 unit. Untuk tingkat SMA sejumlah 7 unit, SMK sejumlah 4 unit dan 1 PGSD  dan ASM di Semarang.

Pelayanan Marsudirini di  wilayah Propinsi Jawa Tengah,  unit kerja/sekolah Marsudirini tersebar  di  Semarang,  Bawen, Ambarawa,  Bedono, Salatiga  Muntilan  dan  Surakarta.

  1. Di kota Semarang,  5  TK,  6 SD ,  2  SMP,  1 SMA, 1 SMK dan  1 Akademi.
  1. TK Marsudirini Fatima,  Jl. Ronggowarsito 8 Gedangan
  2. TK Marsudirini Cor Jesu , Jl. Halmahera I/21 Semarang
  3. TK Marsudirini  St. Martinus , Jl. Pandean Lamper III/38 Semarang
  4. TK Kanak-kanak Yesus, Jl. Pemuda 157 Semarang
  5. TK Marsudirini BSB, Jl. RM. Hadisoebeno Sosrowardoyo Km. 6 Bukit Semarang Baru
  6. SD Marsudirini, Jl. Ronggowarsito 8 Gedangan
  7. SD Marsudirini, Jl. Pemuda 159 Semarang
  8. SD Marsudirini St. Antonius 1, Jl. Pandean Lamper  III/38 Semarang
  9. SD Marsudirini Cor Jesu , Jl. Halmahera I/21 Semarang
  10. SD Marsudirini St. Antonius 2, Jl. Kanfer Raya 30  Banyumanik
  11. SD Marsudirini BSB, Jl. RM. Hadisoebeno Sosrowardoyo Km. 6 Bukit Semarang Baru
  12. SMP Marsudirini Maria Goretti, Jl. Imam Bonjol 198 Semarang
  13. SMP Marsudirini Maria Mediatrix, Jl. Mataram 908 Semarang
  14. SMA Marsudirini  Sedes Sapientiae , Jl. Mataram 908  Semarang
  15. SMK Marsudirini  St. Fransiskus , Jl. Wolter Monginsidi 22 Semarang
  16. ASM St. Maria, Jl. Stonen Selatan III/1 Semarang
  • Komplek Ambarawa, 1 TK, 1 SD dan 1 SMP.
  • TK Marsudirini Virgo Maria 1, Jl. Sugiyopranoto 68a Ambarawa
  • SD Marsudirini Virgo Maria 1, Jl. Sugiyopranoto 70  Ambarawa

3.   SMP Marsudirini  Mater Alma, Jl. Sugiyopranoto 58  Ambarawa

C. Komplek Bawen, 1 TK, 1 SD,  dan 1 SMA.

  1. TK Marsudirini Virgo Maria 2, Jl. Palagan 57 Bawen
  2. SD Marsudirini  Virgo Maria 2, Jl. Palagan57  Bawen
  3. SMA Marsudirini Virgo Fidelis , Jl. Palagan 59 Bawen
  •  Komplek  Bedono, 1 SMA.

SMA Marsudirini  Sedes Sapientiae Bedono,  Jl. Raya Semarang-Magelang Tromol Pos 203 Bedono.

  • Komplek Salatiga, 2 TK,  2 SD, dan 1 SMP.
  • TK Marsudirini Fr. Xaverius , Jl Margosari 1 Salatiga
  • TK Marsudirini  Sang Timur,  Jl. Seruni 15 Salatiga
  • SD Marsudirini  St. Theresia, Jl. Seruni 15  Salatiga
  • SD Marsudirini  Fr. Xaverius, Jl. Margosari 1 Salatiga
  • SMP Marsudirini  Stella Matutina, Jl. Diponegoro 53 Salatiga
  • Kompleks Muntilan,  1 TK, 1 SD , 1 SMP dan 1 SMA.
  • TK Marsudirini  St. Theresia , Jl. Kartini  20 Muntilan
  • SD Marsudirini,  Jl. Kartini 16 Muntilan
  • SMP Marsudirini  Marganingsih , Jl. Kartini 18 Muntilan
  • SMA Marsudirini,  Jl. Sleko 4 Muntilan
  • Kompleks Surakarta, 1 TK, 1SD, 1 SMP dan 1 SMK.
  • TK Marsudirini Surakarta, Jl. Sugiyapranoto 4 Surakarta
  • SD Marsudirini Surakarta, Jl. Sugiyapranoto 2 Surakarta
  • SMP Marsudirini St. Theresia,  Jl. Alor 20 Surakarta
  • SMK Marsudirini Marganingsih, Jl. Madyotaman I/22 Surakarta

Pelayanan Marsudirini di  wilayah propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta  :

  1.  Komplek Senopati, Yogyakarta ,1 TK, 1 SD, 1 SMP dan 1 SMA.
  2. TK Marsudirini  Mater Dei, Jl. Brigjen Katamso 2 Yogyakarta
  3. SD Marsudirini, Jl. P. Senopati 32 Yogyakarta
  4. SMP Marsudirini  Maria Immaculata, Jl. Brigjen Katamso 4 Yogyakarta
  5. SMA Marsudirini Santa Maria, Jl. Ireda 19 A Yogyakarta
  •  Komplek Boro, 1 TK dan 1 SD.
  • TK Marsudirini St. Theresia, Kel. Banjarasri, Kec. Kalibawang Boro
  • SD Marsudirini St. Theresia, Kel. Banjarasri,  Kec. Kalibawang Boro

Pelayanan Marsudirini di  wilayah propinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat :

  1.  Komplek Matraman, 1 TK, 1 SD, 1 SMP dan 1 SMA.
  2. TK Marsudirini  Cor Jesu, Jl. Matraman Raya , 129 Jakarta-Timur
  3. SD Marsudirini Matraman, Jl. Matraman Raya , 129 Jakarta-Timur
  4. SMP Marsudirini Cawang, Jl. Dewi Sartika 186 Jakarta Timur
  5. SMA Marsudirini Fons Vitae 1, Jl. Matraman Raya , 129 Jakarta-Timur
  • Komplek Tanjung Priok,  1 TK, 1 SD, 1 SMP dan 1 SMA.
  • TK Kuntum Keluarga Mulia Marsudirini Jakarta Utara
  • SD Tunas Keluarga Mulia Marsudirini Jakarta Utara
  • SMP Keluarga Kusuma Marsudirini Jakarta Utara
  • SMA Fons Vitae 2 Marsudirini Jakarta Utara
  •  
  • Komplek Bekasi,  1 TK, 1 SD, 1 SMP dan 1 SMA.
  • TK Marsudirini, Jl. Raya Narogong 202 Kemang Pratama Bekasi
  • SD Marsudirini,  Jl. Raya Narogong 202 Kemang Pratama Bekasi
  • SMP Marsudirini Jl. Raya Narogong 202 Kemang Pratama Bekasi
  • SMA Marsudirini,  Jl. Raya Narogong 202 Kemang Pratama Bekasi
  •  Komplek Bogor, 1 TK, 1 SD, 1 SMP dan 1 SMA.
  • TK Marsudirini , Jl. Parung Km. 47,5 Telaga Kahuripan Bogor
  • SD Marsudirini,  Jl. Parung Km. 47,5 Telaga Kahuripan Bogor
  • SMP Marsudirini,  Jl. Parung Km. 47,5 Telaga Kahuripan Bogor
  • SMA Marsudirini,  Jl. Parung Km. 47,5 Telaga Kahuripan Bogor

Pelayanan Marsudirini di wilayah Propinsi  Bali :

  1.  Komplek Negara, 1 TK, 1 SD dan 1 SMK.
  2. TK Marsudirini Maria Fatima, Jl. Kartini 2, Jembrana Bali
  3. SD Marsudirini, Jl. Kartini 1, Jembrana  Bali
  4. SMK Marsudirini, Jl. Kartini 1, Jembrana  Bali

Pelayanan Marsudirini di  wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur :

  1. Komplek Detusoko ,  2 TK, 1 SD dan 1 SMP.
  2. TK Marsudirini St. Theresia, Wolofeo Flores
  3. TK Marsudirini St. Paulus VI, Detusoko Flores
  4. SD Marsudirini,  Detusoko Flores
  5. SMP Marsudirini,  Detusoko Flores
  • Komplek Tambolaka 1 TK, 1 SD
  • TK Marsudirini St Fransiskus Xaverius, Tambolaka, Sumba Barat
  • SD Marsudirini, Tambolaka, Sumba Barat
  • Komplek Kefamenanu
  • TK Marsudirini Kefamenanu
  • SD Marsudirini Kefamenanu

Pelayanan Marsudirini di  wilayah Propinsi Riau Sumatra :

Komplek Perawang,  1 TK dan 1 SD.

  1. TK Marsudirini , Jl. S. Syarif Kasim Km. 6  Perawang
  2. SD Marsudirini,  Jl. S. Syarif Kasim Km. 6  Perawang
  3. SMP Marsudirini, Jl. S. Syarif Kasim Km. 6  Perawang

Pelayanan Marsudirini di  wilayah Papua :

Komplek Fak-fak

SMK Marsudirini St. Elisabeth, Jl. MT. Haryono  yang kemudian dalam perkembangannya berubah status menjadi SMA Don Bosco, Fak-fak.

Pada periode kedua perkembangan Yayasan Marsudirini ini juga terjadi perubahan rumusan visi dan misi. Rumusan visi sebagai berikut : “Karya Pendidikan OSF menjadi pusat pengembangan kecerdasan untuk mewujudkan manusia cerdas yang bertakwa pada Tuhan, mencintai sesama, alam ciptaan dan bangsa”. Dan rumusan misi sebagai berikut : Mengembangkan fisik/ketrampilan, IQ (Kecerdasan Intelek), EQ (Kecerdasan Emosi), SQ (Kecerdasan Hidup Rohani) dengan seimbang agar kami menjadi pribadi yang utuh, ramah, dan handal, sehingga dapat menyumbangkan diri bagi kesejahteraan bersama.

Pada masa 2 tahun sebelum  usia emas Marsudirini,  yakni tahun 2002 Yayasan Marsudirini berubah nama menjadi Perhimpunan Pelayanan Pendidikan ”Marsudirini Pusat”. Perubahan nama ini diajukan didepan notaris Ny. Elly Ninaningsih, SH pada tanggal 22 April 2002 dan didaftarkan dalam register umum di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Semarang, 20 April 2002, No: 19/2002/VI.

Yayasan Marsudirini memasuki milenium baru, tahun 2005-2018

Pada tahun 2005 SMA Pendowo Muntilan yang dikelola Yayasan Kanisius diserahkan pengelolaannya kepada Yayasan Marsudirini. Setelah alih kelola, SMA ini mendapat nama baru yaitu SMA Marsudirini Muntilan. SMA Marsudirini  yang beralamat di Jl. Sleko 4 Muntilan-56412 ini mendapat pengakuan Akreditasi sangat baik (A) dari pemerintah pada tahun 2016.

Pada tahun 2005, Yayasan Marsudirini membuat gerakan baru dalam kebijakan perencanaan yaitu bahwa sekolah-sekolah Marsudirini harus mulai membuat Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). Kebijakan RPS dituangkan dalam rumusan : Rencana Jangka Panjang 10 Tahunan, Rencana Strategis Jangka Menengah 5 tahunan (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) berjangka waktu tahunan. Tujuan dari lahirnya kebijakan RPS ini, supaya proses pengembangan sekolah dalam periode yang sudah ditetapkan dapat berjalan dengan lancar, terukur dan berkesinambungan.

Untuk lebih memudahkan penelusuran jejak sejarah Marsudirini, era millennium baru ini perkembangan Yayasan Marsudirini dibagi dalam 3 (tiga) bagian yaitu :

  1. Masa KepengurusanYayasan periode tahun 2006-2010 .

Dalam periode kepengurusan Yayasan Marsudirini tahun 2006 – 2009, selain melaksanakan program Bidang Karya Pendidikan juga melakukan:

     1).  Perubahan status kelembagaan dari Perhimpunan Pelayanan Pendidikan Marsudirini ( P3M ) kembali menjadi Yayasan Marsudirini sesuai dengan UU RI No. 16 Th. 2001 yuncto UU  RI No. 28 Th. 2004 tentang Undang-undang Yayasan.Perubahan namaYayasan Marsudirini ini didaftarkan ke Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan tercatat dalam daftar Yayasan (tambahan Berita – Negara R.I. Tanggal 9/3-2007 No.20).

     2). Perubahan visi dan misi Yayasan Marsudirini. Rumusan visi Yayasan adalah“ Karya Pendidikan Marsudirini mengembangkan pribadi yang cerdas, beriman pada Tuhan, mencintai sesama dan alam ciptaan-Nya”.

Sedangkan rumusan misinya adalah meningkatkan pribadi yang utuh meliputi : segi fisik, kecerdasan intelek, rohani dan sosial, persaudaraan fransiskan sehingga dapat menyumbangkan diri bagi kesejahteraan umum.

     3).  Perpindahan Kantor, dari Jl. Ronggowarsito 8 Gedangan ke kantor baru Jl. Kawi No.35. Meskipun menempati kantor baru di Jl. Kawi namun alamat Yayasan tetap di Jl. Roggowarsito. Perpindahan ini dilakukan secara bertahap dan baru selesai Desember 2012.

     4) Pembentukan Tim Kerja Yayasanmeliputi : Tim Kerja Pendidikan, Humas, Litbang, Spiritualitas dan  Tim Keuangan  dengan masa jabatan 2 tahun.

     5)    Pembentukan Konsultan  bidang Pendidikan, Hukum, Bangunan, dan Keuangan Perpajakan dengan masa jabatan 4 tahun.

     6)   Penyusunan Kurikulum Kemarsudirinian.  Uji coba kurikulum dilaksanakan selama dua tahun, dimulai sejak tahun pelajaran 2007/2008.  Kurikulum Kemarsudirinian diresmikan pada tanggal 23 Juni 2009, dan kemudian menjadi mata pelajaran wajib mulai tahun pelajaran 2009/2010.

     7)    Penataan dan pengembangan bidang personalia : studi lanjut S1untuk para suster dan guru, meningkatkan kesejahteraan pegawai

     8)  Penataan dan renovasi sarana dan prasarana pendidikan : pembangunan TK dan SD Perwakilan Tanjung Priok, Komplek Bangkong, dan Pembangunan Asrama di Bedono.

Jumlah sekolah yang diselenggarakan oleh Yayasan Marsudirini berkembang, Ada tambahan 2 sekolah baru yaitu TK/SD BSB Mijen, dan SMP Marsudirini Perawang .

  • Masa Kepengurusan Yayasan periode tahun 2010-2014

Berdasarkan amanat hasil keputusan Kapitel Suster OSF Propinsi Indonesia tahun 2009 serta Nota Pastoral Pendidikan KWI 2008, focus layanan pendidikan yang dikerjakan oleh Yayasan Marsudirini meliputi 8 aspek pencapaiannya itu : meningkatkan mutu lembaga, membenahi kurikulum dan kekhasan marsudirini, meningkatkan profesionalitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan, layanan kepada siswa, menata keuangan, mengembangkan sarana-prasarana, meningkatkan kesejahteraan pegawai dan perhatian pada masalah social kemasyarakatan.

  1. Peningkatan mutu lembaga dilakukan dengan membangun sistem kepegawaian dan layanan komunikasi terpadu melalui :
  2. Kegiatan internaliasi visi, misi dan tujuan Yayasan dan pedoman kekaryawanan hasil revisi 2010.
  3. Pembuatan website lembaga dan aplikasi pengolah data (SIAS Marsudirini). Dalam pelaksanaannya mengalami banyak kendala / kesulitan sehingga kurang maksimal.
  4. Pembuatan aplikasi penilaian kinerja pegawai( PKP ).
  5. Pembuatan tim humas perwakilan dan sekolah.
  6. Pembenahan Kurikulum dilakukan dengan melakukan studi bersama tentang kurikulum 2013 dan melakukan pengimbasan di masing-masing perwakilan. Menyangkut kekhasan Marsudirini dilakukan upaya melengkapi dokumen kurikulum yang masih kurang dan melaksanakan ekstrakurikuler berkelanjutan.
  7. Peningkatan Profesionalitas Pendidik dilakukan melalui : studi lanjut kejenjang S-1, pelatihan jurnalistik dasar dan kehumasan, pelatihan tenaga administrasi, pelatihan perpajakan dan pelatihan tenaga perpustakaan.
  8. Peningkatan layanan kepada siswa dilaksanakan dengan membuat pedoman pemberian beasiswa, dan kegiatan kepemimpinan tingkat dasar.
  9. Mengembangkan sarana-prasarana dilaksanakan pembangunan : gedung aula kompleks Bangkong, dan Kantor Yayasan Marsudirini yang  diberkati oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Yohanes Pujosumarto pada tanggal 15 Desember 2012.
  10. Meningkatkan kesejahteraan pegawai dilaksanakan dengan menaikan tunjangan dan gaji pegawai, memberikan pinjaman untuk studi lanjut dan pembentukan layanan Credit Union Deus Providebit yang didirikan olehYayasan Marsudirini pada tanggal 27 November 2011.
  11. Perhatian pada masalah sosial kemasyarakatan dilaksanakan melalui kegiatan Bakti Sosial dan aplikasi lingkungan hidup dengan program penanaman 100 ribu pohon di Rayon Semarang, Ambarawa, Surakarta serta rayon Selatan (Yogya, Muntilan, Boro).
  • Masa Kepengurusan Yayasan periode tahun 2014-2018

Menghadapi perubahan jaman yang begitu cepat dan tantangan pendidikan yang semakin komplek, maka PengurusYayasan pada periode ini membentuk tim kerjanya menjadi 5 tim yaitu Tim Pengembangan Sumber Daya Manusia, Tim Manajemen Satu Atap (MSA), Tim Penelitian dan Pengembangan, Tim Hubungan Masyarakat, dan Tim Kurikulum.

     Dengan adanya tim yang semakin lengkap diharapkan Yayasan Marsudirini semakin mampu menghadapi kompetisi persaingan lokal, regional maupun internasional di tengah suasana mulai berlakunya pasar bebas di Negara Asean.

     Dengan memperhatikan 3 variabel yang mempengaruhi gerak perubahan  yakni : kondisi real Marsudirini, kebijakan yang menjadi referensi, hasil analisis SWOT,  juga faktor ketersediaan sumber daya insani, relevansi dan  urgensi serta waktu, maka fokus layanan Yayasan Marsudirini periode 2014-2018 meliputi : meningkatkan mutu lembaga,  revitalisasi sekolah, operasionalisasi MSA,  pengembangan mutu personalia, pembuatan sistem informasi manajemen keuangan (SIM-K/ Sistem Informasi Menegemen Keuangan  dan SIMP/ Sistem Informasi Menegemen Personalia),  kaderisasi kepemimpinan untuk siswa, pengembangan sarana-prasarana dan penguatan kurikulum kemarsudirinian,Revisi buku Kemarsudirinian dari Jenjang Kelompok Bermain sampai SMA/K.  Peningkatan mutu lembaga dilaksanakan dengan gerakan internalisasi visi dan misi Yayasan yang terealisasi melalui kegiatan Rakernas Kepala Sekolah Marsudirini, pembinaan di kompleks,  INSPIRE, pembinaan guru Balita, Medior dan MPP : Masa Persiapan Pensiun  serta kaderisasi siswa.

Disamping internalisasi visi, peningkatan mutu lembaga dilaksanakan dengan mendorong revitalisasi sistem kerja dengan: revisi struktur organisasi yayasan dengan penambahan koordinator Kepala Sekolah, adanya tim kerja di tingkat perwakilan (Kurikulum, Litbang, Humas dan Pemasaran), serta penyegaran tupoksi pengurus Yayasan, Cabang dan Perwakilan. 

  1. Dalam rangka menjaga mutu dan kinerja  sekolah, Yayasan juga mengadakan pogram revitalisasi yang dilakukan melalui kegiatan : supervisi dan membuat pilot proyek sekolah unggulan. Sebagai percontohan, untuk pertama kalinya sasaran sekolah unggulan yang ditunjuk adalah SMP Marganingsih Muntilan dan SMP serta SMA Marsudirini Kahuripan Bogor,persiapan dilakukan sambil berproses untuk pelaksanaannya .
  2. Upaya memiliki sistem pengelolaan pendidikan yang sama di Yayasan Marsudirini maka yayasan menyusun pedoman operasional dalam bentuk buku serial.

Buku 1 – Struktur Organisasi dan Tupoksi,

Buku 2 – Kegiatan Bersama Satu Komplek,

Buku 3 – Sistem Manajemen Sekolah-Sekolah Marsudirini,

Buku 4 – Rubrik Akreditasi Sekolah-Sekolah Marsudirini.

  • Pengembangan mutu personalia dilakukan melalui berbagai program seperti : studi lanjut, kursus kepemimpinan sekolah untuk calon-calon kepala sekolah, pembinaan profesi untuk guru balita, medior dan senior,serta MPP
  • Pembinaan rohani pegawai melalui (rekoleksi, retret, INSPIRE)
  • Pembuatan sistem informasi manajemen keuangan (SIM-K) yang dimaksudkan untuk membuat laporan harian keuangan sekolah secara on-line. Sistim on-line ini sangat membantu pengelolaan sentralisasi keuangan dan memudahkan kegiatan audit keuangan.
  • Kaderisasi kepemimpinan untuk siswa dilaksanakan melalui program SMART ( Siswa-siswi Marsudirini Teladan).
  • Pengembangan sarana-prasarana dilaksanakan dalam bentuk pembangunan dan renovasi yang di programkan maupun yang tidak diprogramkan karena ada kebutuhan mendesak di lapangan.

Pembangunan  dan Renovasi meliputi : penataan komplek Matraman (program lanjutan), pembangunan TK Virgo Maria Ambarawa, Renovasi TK & SD Marsudirini Gedangan, renovasi talud SMP Mater Alma, dan pembangunan gedung olah raga kompleks Senopati, Ruang serbaguna di Kompleks Bekasi,penyediaan Kantor CU Deus Providebit, Pengecetan SMA Santa Maria, Pengecetan TK Tambolaka Sumba, Penambahan kelas SD Marsudirini Negara, DAK SMK Negara, Pengecetan SD Marsudirini Senopati, dan masih banyak sekolah-sekolah yang direnovasi dan dilakukan pengecetan. ( laporan terperinci ada dalam Evaluasi Program yang sudah disampaikan kepada semua Kepala sekolah dan Penanggung jawab perwakilan).

  • Penguatan Kurikulum Kemarsudirinian dilakukan melalui proses evaluasi pelaksanaan pelajaran kemarsudirinian dan meninjau ulang isi buku kemarsudirinian serta penyegaran dan pembekalan Guru Pengampu Kemarsudirinian.
  • Pengalihan Pembantu pelaksana, Sopir, Satpam,pegawai biara ( susteran ) menjadi pegawai Yayasan Marsudirini hal ini sebagai wujud konkret perhatian Yayasan Marsudirini terhadap saudara-saudari yang KLMTD
  • Pelatihan Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah agar menjadi profesional dalam tugas.
  •  Merevisi peraturan kepegawaian untuk diselaraskan dengan situasi dan kondisi terbaru baik

internal maupun eksternal

  1. Pembuatan sistem informasi manajemen keuangan (SIM-K/ Sistem Informasi Menejemen Keuangan  dan Pembuatan SIMP ( Sistem Informasi Menejemen Personalia ).
  2.  Kenaikan Gaji secara sangat signifikan pada Tahun 2017
  3.  TK Fioretti Kupang  NTT bergabung dengan Yayasan Marsudirini pada Tahun 2017 sehingga Yayasan Marsudirini menambahkan anggota baru di usia 63 tahun sebagai Yayasan Mandiri.
  4. Pengangkatan Kepala Sekolah dan Direktur Awam
  5. Pengangkatan Koordinator Kepala Sekolah untuk beberapa sekolah di kompleks/perwakilan tertentu

Dalam rangka mendorong literasi jurnalistik dikalangan pendidik, tenaga kependidikan dan siswa-siswi dilakukan revitalisasi Majalah Genta Marsudirini. Sebagai media komunikasi internal Marsudirini, Genta diharapkan mampu membuka peluang untuk menjadi sarana komunikasi dan menciptakan (memperkuat) branding Marsudirini.

Pada Kepengurusan Yayasan Marsudirini periode 2014-2018 ini dikembangkan program kesehatan untuk pegawai melalui BPJS Kesehatan. Dan di penghujung berakhirnya masa bakti pengurus 2014-2017, Pegawai Yayasan Marsudirini diikutkan pada BPJS Ketenagakerjaan sebagai wujud nyata penambahan kesejahteraan bagi pegawai  Yayasan Marsudirini.

Data statistik, jumlah sekolah Marsudirini pada masa ini ada 73 (tujuh puluh tiga) sekolah.

Tahun 2018 Yayasan Marsudirini genap berusia 64 tahun. Bersyukur merayakan Tumbuk Ageng dengan beberapa kegiatan baik di tingkat nasional, rayon, komplek maupun sekolah.

Kegiatan-kegiatan dalam rangka Tumbuk Ageng ;

  1. PENULISAN REFLEKSI BAGI KEPALA SEKOLAH, GURU DAN KARYAWAN.

      Tema refleksi : Pengalaman keberuntunganku  menjadi Kepala Sekolah, Guru dan Karyawan Yayasan Marsudirini. Seleksi naskah tanggal 2 – 30 Maret 2018. Pendistribusian buku Bulan Juni 2018.  Terpilih 50 refleksi terbaik untuk diterbitkan dalam Buku Kumpulan Refleksi 64 tahun Yayasan Marsudirini dan dibagikan untuk semua pegawai, peserta seminar nasional, para pegawai yang sudah purna tugas. 

  • SEMINAR NASIONAL

      Pelaksanaan  tanggal  23 Juli 2018 di Aula Marsudirini Perwakilan Bangkong, Jl. Mataram 908 Semarang. Tema Seminar  : Pendidikan Berdasarkan Keteladanan, Tantangan Guru Mendidik di Zaman Milenial.

      Narasumber : Rm. YR. Edy Purwanto, Pr , KH. Ahmad Mustofa Bisri,  A. Doni Koesoema, M.Ed. dengan Moderator : Ferdinandus Hindiarto, S.Psi, M,Si.

      Peserta seminar : Kepala Sekolah, Guru, Pengurus Yayasan Katolik di KAS, Pengurus Yayasan Pendidikan non Katolik di kota Semarang dan  pemerhati  pendidikan.

  • SOSIALISASI PROGRAM YAYASAN MARSUDIRINI UNTUK KEPALA SEKOLAH, PENANGGUNGJAWAB PERWAKILAN, KOORDINATOR KEPALA SEKOLAH DAN PERWAKILAN GURU SEKOLAH-SEKOLAH MARSUDIRINI SE INDONESIA.

Pelaksanaan tanggal 24 – 25 Juli 2018 di Gedung Bina Iman Gedangan (GeBIG), Jl. Ronggowarsito No. 8 Semarang

4.   MISA SYUKUR

      Misa Syukur Peringatan Tumbuk Ageng (64 tahun) Yayasan Marsudirini dipersembahkan oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Keuskupan Agung Semarang bersama para  Romo konselebran : Rm. Maryono, SJ ; Rm. Gandhi Hartono, SJ ; Rm. Yohanes Kristianto, Pr ; Rm. Aris Triyanto, MSF ; Rm. Tri Nugroho, Pr dan Rm. B. Saryanto, Pr.

      Misa Syukur dilaksanakan tanggal 26 Juli 2018 di Biara Induk Gedangan, tempat awal berdirinya Yayasan Marsudirini.

5.   LOMBA PEMBUATAN VIDEO PENDEK KEMARSUDIRINIAN BAGI SISWA SMP, SMA/K TINGKAT NASIONAL.

      Materi lomba : Pembuatan video klip tentang refleksi dan aplikasi nila-nilai semangat Bapa Fransiskus Assisi dan Ibu Magdalena Daemen dalam pelajaran Kemarsudirinian

      Pembuatan video tanggal 2 Juni – 30 Juli 2018 dan Pengumuman Pemenang tanggal 5 Oktober 2018

  • LOMBA UNTUK TK DAN SD TINGKAT KOMPLEK / RAYON.

      Dilaksanakan pada bulan Oktober 2018.

      Bentuk/materi lomba, hari dan tanggal pelaksanaan diserahkan kepada komplek/rayon masing-masing,  sesuai  dengan kreatifitas masing – masing komplek/rayon.

  • AKSI SOSIAL DEUS PROVIDEBIT / BELA RASA BAGI KLMTD (Kaum Lemah, Miskin,  Tersingkir dan Difabel)

      Pelaksanaan Aksi Sosial Deus Providebit/Bela Rasa bagi KLMTD pada  bulan Desember 2018. Bentuk aksi sosial dan waktu pelaksanaan diatur oleh komplek masing-masing dan sesuai  dengan kreatifitas masing – masing komplek / Perwakilan.

  • MISA PENUTUPAN

Misa Syukur perayaan Tumbuk Ageng untuk tingkat kompleks dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2018 bertepatan dengan Hari Raya  Maria Dikandung Tanpa Noda sebagai pelindung Yayasan Marsudirini.

      Misa dilaksanakan secara serentak di semua komplek/Perwakilan,  diikuti oleh semua siswa, guru, karyawan dari TK – SMA/K dan ASM St. Maria.

⃰ (disusun dari berbagai sumber dan  ditulis ulang oleh Ir. Yosef Adiwahyanta)