Siap-siap Pembelajaran Tatap Muka

Tahun ajaran baru masuk sekolah sudah dimulai 13 Juli 2020 lalu. Namun, saat ini pembelajaran masih dilangsungkan dengan dalam jaringan (daring). Memang sih sudah ada kota atau kabupaten yang telah belajar tatap muka, tapi harus berada dalam zona hijau alias aman dari virus Covid -19.

Walaupun demikian ternyata zona hijau pun juga masih disangsikan keamanan dan kenyamanan buat anak didik. Apalagi bagi anak yang masih SD, sangat rentan karena mereka tentu belum maksimal dalam mematuhi protokol kesehatan. Namanya anak- anak ketika bertemu teman dimungkinkan abai terhadap jaga jarak ataupun melepas maskernya (yang tua aja juga gitu).

Seperti pengalaman pembelajaran tatap muka di sekolah Pariaman (Sumbar) yang daerahnya dianggap zona hijau ternyata dilaporkan adanya seorang pendidik, operator sekolah yang terinfeksi Covid-19. Padahal proses pembelajaran tatap muka telah berlangsung selama satu minggu. Kasus lain di daerah Tegal Jateng, ketika membuka pembelajaran tatap muka ternyata seorang siswa terinfeksi Covid-19. Dengan demikian memang rentan dan menjadi perhatian bersama untuk sabar menerapkan pembelajaran tatap muka saat ini. (Kompas.com)

Pun demikian Salatiga kota yang masih menuju zona hijau, tentu juga belum berani menerapkan pembelajaran tatap muka. Persiapan sudah ada tetapi praktiknya masih menunggu menjadi zona hijau.

Kapan menjadi zona hijau? Tentu belum diketahui secara pasti. Harapannya Salatiga segera aman dan nyaman untuk menerapkan pembelajaran tatap muka. Saat ini beberapa sekolah telah mempersiapkan metode pembelajaran tatap muka. Jaga-jaga jika dalam waktu tertentu walikota Salatiga sudah memperbolehkan pembelajaran tatap muka.

Langkah yang harus disiapkan tentu memenuhi protokol kesehatan yang diwajibkan pemerintah. Dengan mempersiapkan aturan-aturan yang wajib diketahui guru, karyawan, dan siswa selama di sekolah. Sekolah pun wajib menyiapkan tempat cuci tangan beserta sabun, hand sanitizer, alat pengukur suhu badan, tempat duduk yang berjarak, sarana tempat keluar dan masuk area sekolah sehingga benar- benar aman bagi semua. Kantin pun belum boleh dibuka, sehingga anak-anak wajib membawa bekal makan dan minum sendiri. Jam pelajaran yang belum sepenuhnya dan pulang lebih awal dari sebelumnya.

SMP Stella Matutina bagian dari sekolah yang ada di Salatiga juga telah mempersiapkan semua itu dengan baik. Sr. M. Christiana Tri Mulyani, OSF, S.Pd, M.A selaku kepala sekolah melalui ketua gugus tugas sekolah Bapak Warpan Wibowo, S.Pd yang bekerja sama dengan seksi sarana prasarana Ibu Yosepin Maryati, S.Pd mengajak bapak ibu guru dan karyawan mengadakan kerja bakti bersama lingkungan sekolah. Dengan semangat beliau-beliau membersihkan ruang-ruang kelas, laboratorium, dan lokasi lain yang ada di dalam lingkungan sekolah.

Sekolah juga menyiapkan tempat cuci tangan yang sesuai standar kesehatan, memberikan arah masuk dan keluar sekolah. Juga memasang tanda jalur- jalur jalan bagi anak didik dan pemasangan poster imbauan tentang kebersihan, pemakaian masker, dan selalu cuci tangan setiap akan dan setelah beraktivitas.

Segalanya dilakukan untuk mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu surat izin belajar tatap muka diperbolehkan. Kita berharap kondisi di Salatiga pada khususnya, dan Indonesia ini pada umumnya segera baik. Pandemi segera berakhir sehingga senyum ceria bapak ibu guru, anak-anak, bahkan orang tua mengembang kembali. Sebab telah hampir 5 bulan anak-anak belajar dalam jaringan yang tentu membosankan karena tidak bisa berjumpa dengan teman-temannya. Meraka butuh bersosialisasi dengan orang lain.
Mari, tetap menjalankan protokol kesehatan guna menghadapi Covid-19. Sehingga semua kembali seperti sedia kala. Jika bukan dari diri kita yang mulai dari mana siapa lagi?

Penulis : Evaristus Astarka
SMP Stella Matutina Salatiga

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *