” Sebuah film mengangkat Kisah tentang Ibu Magdalena Daemen,
seorang perempuan yang tidak diperhitungkan olah manusia, tetapi diperhitungkan oleh Allah”
Suasana haru, bangga, dan penuh sukacita mewarnai peluncuran film Bunga Lily di Taman Revolusi pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Gedung Thomas Aquinas SCU Semarang. Film yang mengangkat kisah hidup Ibu Magdalena Daemen, pendiri Kongregasi Suster-suster OSF, ini menjadi karya istimewa Yayasan Marsudirini Semarang dalam mendukung pembelajaran Spiritualitas Kemarsudirinian.
Sejak awal acara, para tamu undangan tampak antusias memenuhi area kegiatan. Para Romo, Bruder, Suster, tenaga pendidik, siswa, serta berbagai sahabat karya Marsudirini hadir untuk menyaksikan lahirnya sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai sejarah dan spiritualitas yang mendalam.
Seluruh pemeran dalam Bunga Lily di Taman Revolusi berasal dari lingkungan Marsudirini sendiri. Guru, karyawan, siswa, dan para suster terlibat secara aktif sebagai talent maupun kru produksi. Mereka bukanlah aktor profesional, namun dedikasi dan semangat yang mereka tunjukkan berhasil menghadirkan karakter-karakter yang hidup dan menyentuh hati penonton.
Film ini disutradarai oleh Rm. F.X. Murti Hadi Wijayanto, S.J. yang bekerja sama dengan SAV Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Melalui sentuhan artistik dan penggarapan yang serius, kisah perjuangan Magdalena Daemen dalam menghadapi berbagai tantangan zaman berhasil divisualisasikan dengan baik sehingga mudah dipahami oleh generasi muda.
Acara launching semakin bermakna dengan kehadiran Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Keuskupan Agung Semarang, bersama para tamu undangan dari berbagai komunitas religius dan institusi pendidikan. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap upaya Yayasan Marsudirini dalam melestarikan nilai-nilai spiritualitas dan keteladanan para pendiri.
Saat film diputar, suasana auditorium berubah menjadi hening. Para penonton tampak larut dalam alur cerita yang menggambarkan perjalanan hidup Magdalena Daemen. Sesekali terdengar tawa, namun tidak sedikit pula yang menunjukkan ekspresi haru ketika menyaksikan berbagai perjuangan yang dialami sang pendiri dalam mewujudkan karya pelayanan dan pendidikan.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada para pihak yang telah terlibat dalam proses produksi film. Momen tersebut menjadi ungkapan syukur atas kerja sama, dedikasi, dan semangat gotong royong seluruh keluarga besar Marsudirini yang telah melahirkan karya inspiratif ini.
Peluncuran film ditutup dengan sesi foto bersama yang memperlihatkan kebersamaan para pemeran, kru, tamu undangan, dan para suster. Momen ini menjadi simbol bahwa karya besar dapat lahir dari kolaborasi, semangat pelayanan, dan kecintaan terhadap nilai-nilai yang diwariskan oleh Ibu Magdalena Daemen.
Setelah pemutaran perdana di Semarang, film Bunga Lily di Taman Revolusi juga diputar di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada 26 Mei 2026 dan dilanjutkan di Aula Marsudirini Kompleks Bangkong pada 3 Juni 2026. Ke depan, film ini akan diputar di berbagai sekolah Marsudirini di seluruh Indonesia agar semakin banyak peserta didik dapat mengenal dan meneladani semangat hidup Ibu Magdalena Daemen.
Melalui film ini, Yayasan Marsudirini tidak hanya menghadirkan sebuah karya sinematik, tetapi juga menghidupkan kembali warisan nilai, iman, dan pelayanan yang terus relevan bagi generasi masa kini dan masa depan.